Saturday, November 5, 2016

POSPEDA TINGKAT JAWA TENGAH KUDUS RAIH JUARA UMUM 2



KUDUS - Kontingen Kudus patut berbangga karena berhasil meraih juara 2 Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospeda) 2016 se-Jawa Tengah di Kudus kemarin.

Dalam ajang yang diikuti siswa tingkat SMA/MA, SMP/MTs itu Kudus berhasil menyabet 4 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Kepala Bidang Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Harjuna Widada mengatakan, beberapa cabang olahraga (cabor) yang dilombakan di antaranya, yaitu atletik, pencak silat, bulu tangkis, tenis meja, dan bola voli.

Para peserta yang mendapatkan piala itu, di antaranya yaitu M Nasrullah Nur Syakbani dan Lia Khofifah di cabang atletik lari 5.000 meter. Keduanya santri Pondok Pesantren Daarusy Syifa Al Islami (siswa MAN 1 Kudus). Amar Abdullah Dani Arni Raihan dari Ponpes Muhammadiyah (siswa SMA Muhammadiyah di cabang pencak silat, Bagus Trengginas dari Ponpes Daarusy Syifa Al Islami (siswa MAN 2 Kudus) di cabang bulu tangkis.

Keempat santri itu berhasil meraih medali emas. Santri yang meraih medali perak, yakni Dwi Abdul Aziz dari Daarusy Syifa Al Islami (siswa SMK Wisudha Karya) di cabang atletik lari 100 meter. Sementara untuk perunggu direbut Ari Wibowo dari Ponpes Raden Umar Said Sunan Muria (siwa SMA Raden Umar Said Dawe) di cabang pencak silat, Gesang Satria Kartika Putra dari Ponpes Asy Syahiiyah Prambatan Kidul (siswa di MTs 1 Kudus) di cabang tenis meja putra, serta Farah Amani Fatihah dari Ponpes Anfaul Ulum Dawe (siswa MTs Ibtidaul Falah) di cabang tenis meja.

Harjuna mengatakan, meski mereka dari latar belakang pondok pesantren dan kesehariannya dihabiskan di sekolahan dan pesantren yang banyak diisi kegiatan keagamaan, mereka menunjukkan prestasi yang luar biasa. Terbukti dari mereka sebelumnya juga ikut dalam Popda Jateng meski tidak semuanya mampu meraih prestasi sebaik di Pospeda.

“Ini menunjukkan santri punya multitalenta, selain mereka lebih pintar ilmu agama, juga bisa berprestasi di bidang-bidang lain, termasuk olahraga,” paparnya. Menurut dia, ponpes memiliki peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan perjuangan kemerdekaan, melalui pendidikan berbasis agama hingga menjadi lembaga pendidikan yang modern dan mengikuti perkembangan zaman.

Pospeda itu sebenarnya dimaksudkan untuk memperkuat ukhuwah islamiyah para santri dan juga menjadi dasar evaluasi sejauh mana santri mampu berprestasi khususnya pada cabang olahraga dan seni. Sementara itu, Popeda di bidang seni telah dilaksanakan Juni lalu yang melombakan beberapa cabang kesenian, di antaranya hadroh, pidato dalam bahasa Arab, Inggris, Indonesia, kaligrafi, stand-up comedy, seni kriya, cipta puisi, dan senam santri.

Para pemenang nantinya berkesempatan tampil di tingkat nasional yang diberi nama Pekan Olahraga dan Seni Nasional (Pospenas). M Nasrullah Nur Syakbani yang mendapat piala emas mengaku bangga bisa mewakili sekolah dan ponpesnya untuk tampil dalam Pospeda.

Untuk membagi waktu latihan menjadi atlet dan belajar pelajaran di sekolah serta pondok pesantren, dia benar-benar harus pintar membagi waktu. “Habis sekolah, harus langsung tidur sebentar untuk istirahat, jam tiga sore harus latihan fisik sampai sore dengan pelatih saya dan teman-teman, malamnya bakda magrib harus ngaji kitab dan bakda isyak ada kegiatan baca Alquran dengan guru dan kiai di pondok. Setelah itu, kerjakan PR sekolahan jika ada,” kata Nasrullah

0 comments:

Post a Comment