KUDUS – Dua atlet silat Kudus sibuk melakukan
persiapan diri dalam menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil)
di Provinsi Bali, 24 Agustus 2014. Akibatnya, mereka terpaksa tidak
sekolah.
Di antara persiapan yang dilakukan adalah menjalanii pemusatan
latihan atau training camp (TC) kedua selama sebulan. Yaitu mulai 31
Juli sampai akhir bulan Agustus. Dua atlet itu adalah Annas Rais Arni
Royhan dan Abbas.
Diketahui, TC kedua merupakan rentetan TC pertama. TC kedua dilakukan di Jatidiri Semarang. Sebagaimana diketahui, TC pertama dilakukan pada 23-25 Juli di Kota Semarang. TC ini mempunyai maksud agar atlet yang diturunkan bisa tampil bagus di Bali.
Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kudus Ahmad Fuad mengatakan, para atlet memang harus meninggalkan bangku sekolah sementara. Karena mereka harus menyiapkan diri menghadapi Popwil. ”Tapi mereka nanti akan mendapatkan pelajaran susulan,” katanya.
TC lanjutan telah dilakukan usai Lebaran kemarin. Hal tersebut diketahuinya saat dia menanyakannya kepada para atlet, beberapa hari lalu. Selama di Semarang, atlet akan mendapatkan latihan dari pembimbing Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng. Keduanya akan menjadi wakil Jawa Tengah agar bisa berlaga di Bali. Lantaran mewakili provinsi, maka pihak provinsi tidak ingin atlet yang turun bermain biasa saja. Sehingga, atlet ditempa dengan latihan yang bagus.
Menurut dia, selama TC di Semarang, ada beberapa program yang akan
dijalani atlet yakni fokus pada kestabilan berat badan atlet,
memperbaiki fisik, tehnik, dan mental. Bahkan tidak menutup kemungkinan
adanya upaya perbaikan gizi atlet dengan pemberian suplemen secara
intensif.
Karena ada salah satu atlet yang sebelumnya memiliki berat badan kurang. Yaitu Annas yang memiliki bobot sekitar 68 Kilogram (Kg). Padahal untuk kelas yang akan diikuti, berat badan atlet setidaknya harus 71 Kg. ”Sekarang, berat badan Annas sudah 72 Kg,” katanya.
Faktor berat badan menjadi bahan pertimbangan yang tidak bisa ditoleransi. Sedangkan faktor fisik lain seperti tinggi badan, dan lainnya tidak menjadi masalah. Keikutsertaan Kudus dalam seleksi atlet untuk Popwil tak lepas dari prestasi yang ditorehkan, beberapa waktu lalu. Pesilat Kudus berhasil menang di Popda Jawa Tengah. Hal itulah yang membawa pesilat Kudus bisa ambil bagian di Popwil.
Sebelumnya, pengurus IPSI Kudus rutin mematangkan persiapan dua atlet silatnya. Sebab, mereka tidak ingin atletnya tidak tampil bagus selama di Bali.
Di antara persiapan yang dilakukan adalah menjalanii pemusatan
latihan atau training camp (TC) kedua selama sebulan. Yaitu mulai 31
Juli sampai akhir bulan Agustus. Dua atlet itu adalah Annas Rais Arni
Royhan dan Abbas.Diketahui, TC kedua merupakan rentetan TC pertama. TC kedua dilakukan di Jatidiri Semarang. Sebagaimana diketahui, TC pertama dilakukan pada 23-25 Juli di Kota Semarang. TC ini mempunyai maksud agar atlet yang diturunkan bisa tampil bagus di Bali.
Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kudus Ahmad Fuad mengatakan, para atlet memang harus meninggalkan bangku sekolah sementara. Karena mereka harus menyiapkan diri menghadapi Popwil. ”Tapi mereka nanti akan mendapatkan pelajaran susulan,” katanya.
TC lanjutan telah dilakukan usai Lebaran kemarin. Hal tersebut diketahuinya saat dia menanyakannya kepada para atlet, beberapa hari lalu. Selama di Semarang, atlet akan mendapatkan latihan dari pembimbing Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng. Keduanya akan menjadi wakil Jawa Tengah agar bisa berlaga di Bali. Lantaran mewakili provinsi, maka pihak provinsi tidak ingin atlet yang turun bermain biasa saja. Sehingga, atlet ditempa dengan latihan yang bagus.
Karena ada salah satu atlet yang sebelumnya memiliki berat badan kurang. Yaitu Annas yang memiliki bobot sekitar 68 Kilogram (Kg). Padahal untuk kelas yang akan diikuti, berat badan atlet setidaknya harus 71 Kg. ”Sekarang, berat badan Annas sudah 72 Kg,” katanya.
Faktor berat badan menjadi bahan pertimbangan yang tidak bisa ditoleransi. Sedangkan faktor fisik lain seperti tinggi badan, dan lainnya tidak menjadi masalah. Keikutsertaan Kudus dalam seleksi atlet untuk Popwil tak lepas dari prestasi yang ditorehkan, beberapa waktu lalu. Pesilat Kudus berhasil menang di Popda Jawa Tengah. Hal itulah yang membawa pesilat Kudus bisa ambil bagian di Popwil.
Sebelumnya, pengurus IPSI Kudus rutin mematangkan persiapan dua atlet silatnya. Sebab, mereka tidak ingin atletnya tidak tampil bagus selama di Bali.


